Iklan Billboard 970x250

Karakteristik demokrasi Terpimpin dan karakteristik demokrasi Pancasila ala orde baru
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Karakteristik demokrasi Terpimpin dan karakteristik demokrasi Pancasila ala orde baru

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia memiliki konsep yang berbeda dari masa ke masa atau periode ke periode. Pada periode 1959-1965 negara Indonesia menganut sistem demokrasi Terpimpin sedangkan pada periode 1965-1998 negara Indonesia menganut sistem demokrasi Pancasila.

Karakteristik demokrasi Terpimpin dan Pancasila

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia terbagi menjadi 5 periode, yaitu :
  1. Periode 1945-1949
  2. Periode 1949-1959 (demokrasi Parlementer)
  3. Periode 1959-1965 (demokrasi Terpimpin)
  4. Periode 1965-1998 (demokrasi Pancasila)
  5. Periode 1998-sekarang (demokrasi Pancasila)


Namun, pada artikel ini admin membahas tentang karakteristik demokrasi Terpimpin dan demokrasi Pancasila ala orde baru.

Berikut ini penjelasannya guys!


Demokrasi Terpimpin

Adapun karakteristik yang utama dari perpolitikan pada era demokrasi Terpimpin adalah :
  1. Mengaburnya sistem kepartaian.
  2. Dengan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), peranan lembaga legislatif dalam sistem politik nasional menjadi sedemikian lemah.
  3. Hak dasar manusia menjadi sangat lemah.
  4. Masa demokrasi Terpimpin adalah masa puncak dari semangat anti kebebasan pers.
  5. Sentralisasi kekuasaan yang semakin dominan dalam proses hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.


Dari kelima karakter diatas, kita bisa simpulkan bahwa demokrasi Terpimpin sudah keluar dari aturan yang benar. Masa ini bisa disebut sebagai masa suram demokrasi di Indonesia.

Demokrasi Pancasila ala orde baru

Karakteristik demokrasi Pancasila ala orde baru yang berdasarkan pada indikator demokrasi yang telah dikemukakan sebelumnya.
  1. Rotasi kekuasaan eksekutif boleh dikatakan hampir tidak pernah terjadi.
  2. Rekruitmen politik merupakan bersifat tertutup. Sistem rekruitmen seperti ini sangat bertentangan dengan semangat demokrasi.
  3. Pemilihan umum. Telah dilangsungkan sebanyak 7 kali dengan frekuensi yang teratur setiap 5 tahun sekali.
  4. Pelaksanaan hak dasar warga negara. Persoalan mendasar adalah selalu adanya campur tangan birokrasi yang sangat kuat.


Keempat indikator di atas merupakan bukti yang tidak terbantahkan dan menjadi catatan hitam perjalanan demokrasi di Indonesia.


Itulah merupakan karakteristik dari demokrasi Terpimpin dan Pancasila di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman semua.
Terima kasih atas kunjungannya pelajers, see you in the next artikel guys!
Baca Juga
SHARE
Tekno Indo IT
WORK HARD PRAY HARD I can believe... "Dreams come true ��"
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post