Iklan Billboard 970x250

Pelanggaran HAM : Pengertian, bentuk-bentuk, contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia serta upaya penegakan HAM
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Pelanggaran HAM : Pengertian, bentuk-bentuk, contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia serta upaya penegakan HAM

Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) khususnya di Indonesia masih sering terjadi baik dari faktor internal maupun eksternal. Namun sebenarnya apa itu pelanggaran HAM?, Bagaimana contoh suatu kasus bisa dikatakan sebagai pelanggaran HAM?

Tentu ini masih harus dipahami oleh seluruh masyarakat, khususnya di Indonesia. Dan jika masyarakat telah paham, sebaiknya jika menemukan kasus-kasus pelanggaran HAM seperti yang dijelaskan dibawah ini, segera melaporkan atau membantu orang yang terkena pelanggaran HAM.

Pelanggaran HAM

Jika kita saling membantu, maka pelanggaran HAM di Indonesia pun bisa berkurang dan lambat laun mungkin tidak ada lagi pelanggaran HAM lainnya. Saling membantu itu sangat penting!. Berikut ulasannya :

Pengertian pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia)

Secara sederhana bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia itu adalah pelanggaran atau pelalaian terhadap kewajiban asasi yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain.

Sedangkan dalam konteks negara Indonesia, pelanggaran HAM merupakan tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi manusia.

Setiap orang harus saling menghargai, ketika terjadi kondisi saling ejek, saling menghina, dan sebagainya. Contoh lain, setiap orang harus mendapatkan rasa aman atau terbebas dari rasa takut, tetapi bila orang tersebut merasa keamanannya terganggu, itu berarti sudah terjadi pelanggaran HAM.

Selain mempunyai hak asasi, setiap manusia juga mempunyai kewajiban asasi. Kewajiban asasi manusia adalah menghormati, menjamin dan melindungi hak asasi manusia lainnya. Apabila hal tersebut tidak terwujud, maka akan terjadi pelanggaran HAM.

Lakukan kewajiban mu terlebih dahulu, barulah tuntut hak mu

Bentuk-bentuk pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia)

Bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang sering muncul biasanya terjadi dalam 2 bentuk, sebagai berikut :

  • Diskriminasi, yaitu suatu pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung maupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, jenis kelamin, bahasa, keyakinan dan politik yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik secara individual maupun kolektif dalam semua aspek kehidupan.
  • Penyiksaan, adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengakuan atau keterangan dari seseorang atau orang ketiga.
Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Pelanggaran HAM berat, yaitu pelanggaran HAM yang berbahaya dan mengancam nyawa manusia. Seperti pembunuhan, penganiayaan, perampokan, perbudakan, penyanderaan, dan sebagainya.
  2. Pelanggaran HAM ringan, yaitu pelanggaran HAM yang tidak mengancam keselamatan jiwa manusia, akan tetapi dapat berbahaya jika tidak segera ditanggulangi. Misalnya kelalaian dalam pemberian pelayanan kesehatan, pencemaran lingkungan yang disengaja dan sebagainya.
Pelanggaran HAM berat menurut Undang-undang RI Nomor 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :
  1. Kejahatan genosida, yaitu setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, dan kelompok agama.
  2. Kejahatan terhadap manusia, yaitu salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas dan sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.

Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia

  • Kerusuhan tanjung priok (12 September 1984)
  • Penyerbuan kantor partai demokrasi Indonesia (17 Juni 1990)
  • Dan lain-lain

Penyebab pelanggaran HAM

Pelanggaran HAM disebabkan oleh faktor-faktor berikut :

a. Faktor internal (Dari diri pelaku
    pelanggar HAM
  1. Sikap egois dan terlalu mementingkan diri sendiri
  2. Rendahnya kesadaran HAM
  3. Sikap tidak toleran
b. Faktor eksternal (Dari luar pelaku
     pelanggar HAM
  1. Penyalahgunaan kekuasaan
  2. Ketidaktegasan aparat penegak hukum
  3. Penyalahgunaan teknologi
  4. Kesenjangan sosial dan ekonomi yang tinggi

Upaya penegakan HAM


Upaya pemerintah dalam menegakkan HAM

Pemerintah Indonesia dalam proses penegakan HAM ini telah melakukan langkah-langkah strategis, diantaranya :

a. Pembentukan Komnas HAM
Komnas HAM dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 melalui kepres nomor 50 tahun 1993. Komnas HAM merupakan lembaga negara mandiri seringkali lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai lembaga pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi HAM.

b. Pembentukan instrumen HAM
Instrumen HAM merupakan alat untuk menjamin proses perlindungan dan penegakan HAM. Biasanya berupa peraturan perundang-undangan dan lembaga-lembaga penegak HAM.

c. Pembentukan pengadilan HAM
Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus terhadap pelanggaran HAM berat yang diharapkan dapat melindungi hak asasi manusia baik perseorangan maupun masyarakat dan menjadi dasar dalam penegakan, kepastian hukum, keadilan dan perasaan aman, baik perseorangan maupun masyarakat.


Upaya penanganan kasus pelanggaran HAM

a. Upaya pencegahan pelanggaran HAM
  1. Supremasi hukum dan demokrasi harus ditegakkan
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk pelanggaran HAM oleh pemerintah
  3. Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik terhadap setiap upaya penegakan HAM yang dilakukan oleh pemerintah
  4. Meningkatkan penyebarluasan prinsip-prinsip HAM kepada masyarakat melalui lembaga pendidikan formal (sekolah/perguruan tinggi) maupun non formal
  5. Meningkatkan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan negara
  6. Meningkatkan kerja sama yang harmonis antara kelompok atau golongan dalam masyarakat agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing

b. Penanganan kasus pelanggaran HAM di pengadilan HAM

Negara yang tidak mau menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negaranya akan disebut sebagai Unwillingnes state atau negara yang tidak mempunyai kemauan menegakkan HAM. Kasus pelanggaran HAM yang terjadi di negara tersebut akan disidang oleh Mahkamah Internasional.

Hal tersebut tentu saja menggambarkan bahwa kedaulatan hukum negara tersebut lemah dan wibawa negara tersebut jatuh didalam pergaulan bangsa-bangsa yang beradab.


Perilaku yang mendukung upaya penegakan HAM di Indonesia

Upaya penegakan HAM yang dapat kita lakukan adalah berperilaku mencerminkan sosok manusia yang selalu menghargai keberadaban orang lain secara kaffah.

Semoga artikel ini membantu teman-teman semua, jika ada kesalahan dalam penulisan maupun kata-katanya admin minta maaf.

Lebih dan kurangnya admin ucapkan terima kasih, jangan lupa tersenyum pelajers!, Have fun!


Baca Juga
SHARE
Tekno Indo IT
WORK HARD PRAY HARD I can believe... "Dreams come true ��"
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post