Iklan Billboard 970x250

Contoh soal konversi bilangan beserta penjelasannya
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Contoh soal konversi bilangan beserta penjelasannya

Pada saat melakukan pengkonversian bilangan tentu teman-teman belum paham jika belum mempelajari materi tersebut. Namun, terkadang saat teman-teman mempelajari nya teman-teman tidak paham secara pasti atau dalam kata lain masih belum mengerti di karenakan penjelasan yang singkat namun soal yang di berikan berbeda dengan apa yang di jelaskan guru (admin rasa ini sangat banyak di temukan terutama yang berkaitan dengan rumus atau penjelasan ya... hehe berdasarkan pengalaman admin juga). Pengkonversian bilangan bisa admin katakan susah-susah gampang, namun perlu ketelitian dan kecermatan dalam menghitung nya. Jangan sampai salah hitung atau pun ceroboh.

Contoh soal konversi bilangan beserta penjelasannya

Pengkonversian bilangan bisa saja dari desimal ke biner, desimal ke oktal, desimal ke heksadesimal atau juga sebaliknya. Untuk lebih jelasnya lagi, di bawah ini ada beberapa soal pengkonversian bilangan yang bisa teman-teman jadikan sebagai acuan belajar.

Tetapi sebelum itu teman-teman ketahui terlebih dahulu informasi ini :
Cara membaca hasil pengkonversian yaitu dari bawah ke atas dan untuk mengetahui hasil pengkonversian lebih akurat sebaiknya lihat tabel nya klik DI SINI

1. Konversikan bilangan 19210 menjadi bilangan berbasis biner.

Penyelesaian :

192 : 2 = 96 sisa 0
96 : 2 = 48 sisa 0
48 : 2 = 24 sisa 0
24 : 2 = 12 sisa 0
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1

Penulisan hasil konversi bilangan 19210 ke dalam bentuk biner adalah menuliskan sisa hasil bagi teknik pembagian perulangan dari bawah ke atas sehingga diperoleh hasil 110000002. Jadi, 19210 = 110000002


2. Konversikan bilangan 20010 menjadi bilangan berbasis oktal.

Penyelesaian :

200 : 8 = 25 sisa 0
25 : 8 = 3 sisa 1
3  : 8 = 0 sisa 3

Penulisan hasil konversi bilangan 20010 ke dalam bentuk oktal adalah menulis sisa hasil bagi teknik pembagian perulangan dari bawah ke atas sehingga diperoleh hasil 3108. Jadi, 20010 = 3108


3. Konversikan bilangan 9010 menjadi bilangan berbasis heksadesimal.

Penyelesaian :

90 : 16 = 5 sisa 10
5 : 16 = 0 sisa 5 

Hasil konversi bilangan 9010 ke dalam bentuk heksadesimal adalah 5 dan 10, sedangkan nilai bilangan 10 sama dengan A sehingga penulisan hasil konversi menjadi 5A16. Jadi, 9010 = 5A16


4. Konversikan bilangan 10112 menjadi bilangan berbasis desimal.

Penyelesaian :

10112 = (1 x 2³) + (0 x 2²) + (1 x 2¹) + (1 x 2°)
= 8 + 0 + 2 + 1
= 1110

Jadi, 10112 = 1110


5. Konversikan bilangan 10112 menjadi bilangan berbasis oktal.

Penyelesaian :

Untuk menyelesaikan contoh tersebut dapat di lakukan dengan dua cara sebagai berikut :
  • Mengubah bilangan 10112 menjadi bilangan berbasis desimal, kemudian mengoversikannya ke dalam bilangan oktal. Perhatikan contoh nomor 4 dengan hasil 10112 = 1110. Setelah itu, 1110 di konversikan ke dalam bentuk oktal dengan pembagian berulang seperti berikut.

     11 : 8 = 1 sisa 3 
     1 : 8 = 0 sisa 1

     Sehingga diperoleh 10112 = 138
  • Cara ke dua adalah dengan membagi bilangan biner menjadi kelompok kecil yang berjumlah maksimal 3 digit pada tiap kelompok. Pengelompokan di lakukan secara terbalik, di mulai dari angka paling belakang. Hasil dari pengelompokan bilangan 10112 adalah sebagai berikut.

Contoh soal konversi bilangan beserta penjelasannya

     Hasilnya adalah 138

6. Konversikan bilangan 118 menjadi bilangan berbasis desimal.

Penyelesaian:

118 = (1 x 8¹) + (1 x 8°)
= 8 + 1
= 910


7. Konversikan bilangan 1A16 menjadi bilangan berbasis desimal.

Penyelesaian :

1A16 = (1 x 16¹) + (A x 16°)
= (16) + (10 x 1)
= 16 + 10
= 2610

Jadi, 1A16 = 2610


8. Konversikan bilangan 19,37510 menjadi bilangan berbasis biner.

Penyelesaian :

Perhatikan bilangan 19,37510' terdapat dua bagian utama dalam bilangan tersebut, yaitu sebagai berikut :
  • 19 adalah nilai bulat yang terdiri atas bilangan 1 bernilai puluhan dan bilangan 9 yang bernilai satuan.
  • 375 adalah nilai pecahan di belakang koma.

Untuk menyelesaikan bilangan bagian pertama, gunakan cara seperti sebelumnya sehingga menghasilkan 1910 = 100112. Pada bagian ke dua, yaitu bilangan pecahan 0,37510 di konversi menjadi bilangan biner dengan cara sebagai berikut.
  • 0,375 x 2 = 0,75; hasilnya menunjukkan bahwa angka di sebelah kiri koma yang bernilai satuan masih bernilai 0 sehingga proses di lanjutkan.
  • 0,75 x 2 = 1,5; hasilnya menunjukkan bahwa angka di sebelah kiri koma bernilai satuan bernilai 1 sehingga proses di lanjutkan hanya pada nilai di sebelah kanan koma.
  • 0,5 x 2 = 1,0; hasilnya menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri koma adalah 1, sedangkan nilai di sebelah kanan koma adalah 0 sehingga proses berhenti pada tahap ini.

Hasil akhir yang di peroleh adalah 0,37510 = 0,0112

Jika di gabungkan, hasil konversi bilangan 19,37510 = 10011,0112


9. Konversikan bilangan 345,2510 menjadi bilangan berbasis oktal.

Penyelesaian :

Pada contoh ini hampir sama seperti nomor 8. Pada bilangan 345,2510 terdapat dua bagian utama dalam bilangan itu, yaitu sebagai berikut.
  • 345 adalah nilai bulat yang terdiri atas bilangan 3 bernilai ratusan, bilangan 4 bernilai puluhan, dan bilangan 5 yang bernilai satuan.
  • 25 adalah nilai pecahan di belakang koma

Untuk menyelesaikan bilangan bagian pertama, gunakan cara seperti sebelumnya sehingga menghasilkan 34510 = 5318. Pada bagian ke dua, yaitu bilangan pecahan 0,2510' di konversi menjadi bilangan berbasis oktal dengan cara sebagai berikut.
  • 0,25 x 8 = 2,0; hasilnya menunjukkan bahwa angka di sebelah kiri koma yang bernilai satuan 2. Karena nilai di sebelah kanan koma bernilai 0, proses tidak perlu di lanjutkan.
  • Untuk itu, di peroleh 0,2510 = 0,28

Jika di gabungkan, hasil konversi bilangan 345,2510 = 531,28

10. Konversikan bilangan 11110110100002 menjadi bilangan berbasis heksadesimal.

Penyelesaian :

Untuk mempermudah proses konversi dari bilangan biner ke heksadesimal, teman-teman dapat menggunakan teknik LSB (Least Significant Bit) dengan membagi bilangan menjadi kelompok 4 bit dari bilangan terkecil untuk setiap nilai heksadesimal. 

Nilai 11110110100002 jika di uraikan dalam kelompok empat bit menjadi :

1     1110     1101     0000 ---> nilai awal bilangan biner

Karena MSB (Most Significant Bit) atau bilangan terbesar tidak berjumlah empat, dapat di tambahkan angka 0 pada bagian kiri bit tersebut sehingga memenuhi kriteria jumlah empat bit setiap kelompok tanpa mengubah nilainya. 

Bentuk pengelompokkan bit tersebut adalah sebagai berikut :

0001     1110     1101     0000 ---> MSB
   1           E            D           0    ---> hasil konversi ke bentuk heksadesimal

Jadi, 11110110100002 = 1ED016


11. Konversikan bilangan   1111011010000  menjadi bilangan berbasis oktal.

Penyelesaian :

Untuk mempermudah proses konversi dari bilangan biner ke oktal, teman-teman dapat menggunakan teknik LSB (Least Significant Bit) seperti soal nomor 10 dengan membagi bilangan bit menjadi kelompok tiga bit untuk setiap nilai oktal. 

Nilai 11110110100002 jika di uraikan dalam kelompok tiga bit menjadi :

1     111    011    010    000 ---> nilai awal bilangan biner

Karena ada kelompok bit atau MSB (Most Significant Bit) yang tidak berjumlah tiga, dapat di tambahkan dengan nilai 0 pada bagian kiri bit tersebut sehingga memenuhi kriteria jumlah tiga bit setiap kelompok tanpa mengubah nilainya. Bentuk pengelompokkan bit tersebut adalah sebagai berikut.

001    111    011    010    000 ---> MSB
  1         7        3         2        0   ---> hasil konversi ke bentuk oktal

Jadi, 11110110100002 = 173208
Baca Juga
SHARE
Tekno Indo IT
IT Smart City
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post