Iklan Billboard 970x250

Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara sebenarnya masih sering terjadi di Indonesia. Tetapi, banyak yang bertanya bagaimana suatu pelanggaran dan pengingkaran kewajiban warga negara itu bisa di kategorikan sebagai kasus-kasus yang melanggar? 

Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

Hak dan kewajiban warga negara tentu memiliki perbedaan dengan hak asasi manusia. Tetapi kedua hal tersebut berhubungan atau berkaitan satu sama lain.

Namun sebelum ke topik utama nya silahkan teman-teman cermati terlebih dahulu penjelasan makna hak dan kewajiban warga negara itu sendiri.


Makna hak dan kewajiban warga negara

Hak merupakan semua hal yang anda peroleh atau dapatkan. Dengan kata lain, hak baru bisa di peroleh apabila kewajiban sudah di lakukan.

Hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia. Hak warga negara merupakan seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia dalam kedudukannya sebagai anggota dari sebuah negara. Hak asasi sifatnya universal, tidak terpengaruh status kewarganegaraan seseorang. Akan tetapi, hak warga negara di batasi oleh status kewarganegaraannya.

Kewajiban secara sederhana dapat di artikan sebagai segala sesuatu yang harus dilakukan atau di laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kewajiban asasi merupakan kewajiban dasar setiap orang. Dengan kata lain, kewajiban asasi terlepas dari status kewarganegaraan yang di miliki oleh orang tersebut. Sementara itu, kewajiban warga negara di batasi oleh status kewarganegaraan seseorang.

Seseorang mendapatkan hak karena kewajibannya di penuhi. Misalnya, seorang pekerja mendapatkan upah, setelah melaksanakan pekerjaan yang menjadi kewajibannya.

Sering terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Misalnya, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pada kenyataannya, banyak warga negara belum melaksanakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya.


Kembali ke topik utama nya teman-teman...

Kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara


Penyebab terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban baik yang di lakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara itu sendiri.

Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara di antaranya di sebabkan oleh faktor-faktor berikut :

  1. Sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri diri sendiri - Sikap ini akan menyebabkan seseorang selalu menuntut hak nya, sementara kewajibannya sering di abaikan.
  2. Rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara - Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran berbuat seenaknya.
  3. Sikap tidak toleran - Munculnya saling tidak menghargai dan tidak menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain.
  4. Penyalahgunaan kekuasaan - Para penguasa yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak warga negara.
  5. Ketidaktegasan aparat penegak hukum - Penyelesaian kasus pelanggaran yang tidak tuntas akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus-kasus lain.
  6. Penyalahgunaan teknologi - Apabila kemajuan teknologi tidak di manfaatkan untuk hal-hal yang sesuai aturan, tentu saja akan menjadi penyebab timbulnya pelanggaran hak warga negara.


Kasus pelanggaran hak warga negara

Pelanggaran terhadap hak warga negara bisa kita lihat dari kondisi yang saat ini terjadi misalnya sebagai berikut :

a. Proses penegakan hukum masih belum optimal di lakukan, misalnya masih terjadi kasus salah tangkap, perbedaan perlakuan oknum aparat penegak hukum terhadap para pelanggar hukum dengan dasar kekayaan atau jabatan masih terjadi, dan sebagainya.

Hal itu merupakan bukti bahwa amanat pasal 37 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menyatakan : "segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya" belum sepenuhnya di laksanakan.


b. Saat ini, tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di negara kita masih cukup tinggi, padahal pasal 27 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa : "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan".


c. Makin merebaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Padahal, pasal 28A - 28J UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 menjamin keberadaan hak asasi manusia.


d. Masih terjadinya tindak kekerasan mengatasnamakan agama, misalnya penyerangan tempat peribadatan, padahal pasal 29 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 menegaskan bahwa : "negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu".


e. Angka putus sekolah yang tinggi mengindikasikan belum terlaksana secara sepenuhnya amanat pasal 31 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menyatakan bahwa : "setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan".


f. Pelanggaran hak cipta, misalnya peredaran VCD/DVD bajakan, perilaku plagiat dalam pembuatan sebuah karya dan sebagainya.

Kasus pengingkaran kewajiban warga negara

Pengingkaran kewajiban warga negara banyak sekali bentuknya, mulai dari sederhana sampai yang berat, di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Membuang sampah sembarang
  2. Melanggar aturan berlalu lintas, misalnya tidak memakai helm, mengemudi tetapi tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berkendara tetapi tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan sebagainya.
  3. Merusak fasilitas negara, misalnya mencorat-coret bangunan milik umum, merusak jaringan telepon.
  4. Tidak membayar pajak kepada negara, seperti pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor, retribusi parkir dan sebagainya.
  5. Tidak berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, misalnya mangkir dari kegiatan siskamling.
Baca Juga
SHARE
Tekno Indo IT
WORK HARD PRAY HARD I can believe... "Dreams come true ��"
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post