Iklan Billboard 970x250

Perhitungan harga jual makanan fungsional
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Perhitungan harga jual makanan fungsional

Biaya yang harus di hitung adalah biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat atau gedung dan lain-lain) serta biaya tidak tetap (bahan baku,tenaga kerja dan overhead).

Wirausaha pada dasarnya adalah kegiatan pengelolaan sumber daya usaha di kenal dengan istilah 6M yakni : Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja) dan Market (pasar).

Perhitungan harga jual makanan fungsional

Tahap awal berwirausaha di perlukan suatu perencanaan wirausaha atau business plan. Perencanaan wirausaha berisi tahapan yang harus di lakukan dalam menjalankan suatu usaha. Dalam mempersiapkan pendirian usaha, seorang calon wirausaha akan lebih baik membuat perencanaan terlebih dahulu.

Perencanaan pendirian usaha yang di buat secara tertulis merupakan perangkat yang tepat untuk mengendalikan usaha agar fokus pelaksanaan usaha nya tidak menyimpang.

Beberapa hal yang harus di persiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu mencakar seperti akan di jelaskan berikut ini :

1. Pemilihan jenis usaha

Pemilihan jenis usaha yang tepat, akan sangat menentukan tingkat keberhasilan ini itu di kemudian hari. Sebaiknya di pilih jenis usaha yang kita kuasai atau di sukai.


2. Nama dan lokasi perusahaan

Sebelum memulai usaha, tentu harus memberikan nama untuk usaha yang akan di kembangkan. Lokasi usaha sebaiknya di tentukan di daerah yang dekat dengan sumber bahan baku, tidak jauh dari lokasi rumah para pengelola, dan tidak terlalu jauh dari jangkauan pasar yang akan di tuju.


3. Perizinan usaha

Izin usaha yang di siapkan, antara lain : NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dari kantor pajak, akta notaris dari kantor notaris, SIUP/TDP dari Dinas Perindustrian kota/kabupaten dan izin MD dari badan pengawas obat dan makanan (BPOM), serta pendaftaran merk pada Departemen Kehakiman.
4. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah termasuk bagian hal penting yang harus sangat di perhatikan. Contoh keperluan SDM yang di perlukan untuk usaha wirausaha pengolahan yoghurt, yaitu :
  • Tiga orang pendiri, yang mempunyai tugas masing-masing sebagai : (i) penanggung jawab produksi, (ii) penanggung jawab pemasaran, dan (iii) penanggung jawab administrasi dan keuangan.
  • Enam orang karyawan, yaitu 3 (tiga) orang untuk bagian produksi, 2 (dua) orang untuk bagian pemasaran dan 1 (satu) orang untuk bagian administrasi.


5. Aspek produksi

Pada bagian ini di uraikan semua aspek terkait produksi yang meliputi peralatan yang di perlukan, bahan baku, bahan kemasan, bahan tambahan makanan dan teknologi proses pengolahannya.

Jumlah tenaga kerja yang di gunakan dalam usaha

Jumlah tenaga kerja
Produksi : Pria = 1, wanita = 2
Pemasaran dan administrasi : Pria = 2, wanita = 1


6. Aspek keuangan
  • Investasi alat dan mesin
    Investasi alat dan mesin, yaitu pembelian perlengkapan alat dan mesin produksi yang di butuhkan untuk proses produksi. Pada produksi yoghurt, alat dan mesin di butuhkan Investasi alat dan mesin yoghurt.

    Perhitungan harga jual makanan fungsional


    • Biaya tidak tetap (variabel)
      Biaya tidak tetap adalah biaya yang di keluarkan sesuai dengan jumlah produksi, jadi sifatnya tidak tetap, bisa berubah sesuai jumlah produksi nya.

      Pada proses produksi yoghurt, kebutuhan bahan baku pada tabel berikut.

      Perhitungan harga jual makanan fungsional


      • Biaya tetap
      Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan yang jumlahnya tetap setiap bulannya, berapapun jumlah produksinya. Biaya tetap meliputi biaya tenaga kerja, listrik atau air, gas, penyusutan alat, dan lainnya.
      • Total biaya
      Total biaya adalah jumlah keseluruhan biaya tidak tetap dan biaya tetap. Pada proses produksi yoghurt, total biaya yang di butuhkan adalah :

      Total biaya = biaya variabel + biaya tetap
                           = Rp. 498.750 + Rp. 400.040
                           = Rp. 898.790

      • Harga Pokok Produksi (HPP)
      Harga Pokok Produksi (HPP) adalah harga pokok dari suatu produk, di mana jika di jual dengan harga tersebut, maka produsen tidak untung juga tidak rugi. Untuk produk yoghurt ini HPP nya adalah : total biaya / jumlah produksi.

      Rp. 898.790,- / 500 = Rp. 1.797,58,-

      •  Harga jual
      Harga jual adalah harga yang harus di bayarkan pembeli untuk mendapatkan produk tersebut. Harga jual ini meliputi harga dari pabrik dan harga konsumen.

      Harga dari pabrik tentu lebih murah, karena saluran distribusi (agen, toko, counter, dan lain-lain) tentu juga harus mendapatkan keuntungan.

      • Penerimaan kotor
      Penerimaan kotor adalah jumlah penerimaan uang yang di dapatkan oleh perusahaan, sebelum di potong total biaya. Pada produksi yoghurt ini memiliki jumlah kotor.

      • Pendapatan bersih (laba)
      Pendapatan bersih adalah jumlah penerimaan uang yang di dapatkan oleh perusahaan, setelah di potong total biaya. Pada produksi yoghurt ini, jumlah penerimaan bersih adalah :

      Pendapatan bersih = penerimaan kotor -    total biaya
                           = Rp. 2.500.000 - Rp. 898.790
                           = Rp. 1.601.210
      Baca Juga
      SHARE
      Tekno Indo IT
      WORK HARD PRAY HARD I can believe... "Dreams come true ��"
      Subscribe to get free updates

      Related Posts

      Post a Comment

      Iklan Tengah Post