Iklan Billboard 970x250

Struktur teks pantun serta menganalisis dan mengevaluasi teks pantun
Selamat Datang Di Website Senyum Pelajar

Iklan 728x90

Struktur teks pantun serta menganalisis dan mengevaluasi teks pantun

Untuk menulis pantun, hal yang harus di perhatikan terlebih dahulu adalah menentukan tema. Kemudian langkah berikutnya adalah memetakan dan menata bagian isi sebelum merumuskan sampirannya, lalu membuat sampirannya.

Struktur teks pantun serta menganalisis dan mengevaluasi teks pantun

Sebuah pantun yang baik memiliki suku akhir larik pertama sama dengan suku akhir larik ketiga, demikian pula dengan suku akhir larik ke dua sama dengan suku akhir larik ke empat. Namun dalam pembuatan pantun, tentu harus memiliki struktur yang baik dan bisa di katakan cocok atau nyambung dari larik ke larik.

Untuk itu berikut penjelasannya teman-teman :


Struktur teks pantun

Di lihat dari segi strukturnya, pantun di bangun atas unsur bait, larik (baris), rima, sampiran dan isi. Selain unsur tersebut sebuah pantun juga mementingkan irama pada waktu pengucapan atau penyampaiannya.

Dari beberapa contoh teks pantun itu, kalian melihat bahwa teks pantun terdiri dari 4 bahwa larik atau baris dan berdahak A-B-A-B dan lazimnya.

Ekspantun terdiri dari dua bagian :
Dua baris pertama di sebut sampiran dan dua baris terakhir di sebut isi. Sampiran berupa sketsa alam atau suasana (mencirikan masyarakat pendukungnya), berfungsi sebagai penghantar (paling tidak menyiapkan rima atau sajak berirama dua baris terakhir) untuk mempermudah pemahaman pantun.

Struktur teks pantun

Pantun termasuk jenis puisi lama yang umumnya adalah terkait oleh berbagai ketentuan. Ketentuan tersebut adalah banyak nya larik di setiap bait, banyaknya suku di setiap larik, dan pola irama yang teratur. Ketentuan tersebut berbeda antara jenis puisi yang satu dengan puisi lainnya. Misalnya, antara pantun dengan syair. Keduanya merupakan jenis puisi lama, tetapi memiliki karakter yang berbeda. 
Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama, pantun di bentuk oleh bait-bait dan setiap bait terdiri atas baris-baris hanya saja pantun lebih terkait oleh aturan-aturan baru. Jumlah bait dalam setiap barisnya di tentukan jumlah suku kata dalam setiap barisnya pun telah di tentukan. Pantun juga memiliki pola bunyi akhir dalam setiap baris.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pantun memiliki struktur dan kaidah sebagai berikut :

  1. Terdiri atas empat baris
  2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  3. Dua baris pertama di sebut sampiran dan dua baris berikutnya di sebut isi pantun
  4. Pantun mementingkan irama atau bunyi akhir dengan pola A-B-A-B bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ke tiga, sedangkan baris kedua sama dengan baris keempat.

Struktur teks pantun

Apa guna orang bertenun 

Untuk membuat pakaian adat

Apa guna orang berpantun

Untuk memberi patuh amanat


Mengeksplorasi struktur teks pantun

1. Selain bentuk 4 baris, kalian juga akan mendapati pantun yang terdiri atas dua baris, 6 baris dan bentuk terkait seperti yang terlihat pada contoh berikut :

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu bertanya pula
Kura-kura dalam perahu
Pura-pura tidak tahu

2. Kalian juga akan menemukan pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4, bisa 6,8,10,12, dan seterusnya asalkan jumlah barisnya harus genap. Dengan demikian, rima akhir pada talibun akan berbentuk A-B-C-A-B-C, A-B-C-D-A-B-C-D dan seterusnya. Pantun seperti itu disebut talibun.



Menganalisis teks pantun

Untuk menganalisis pantun dapat menggunakan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dapat kita ajukan pun bisa bermacam-macam. Ada pertanyaan yang bersifat literal, interfensial, atau kritis.

1. Pertanyaan literal merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan wujud atau hal-hal yang ada pada puisi. Misalnya tentang jumlah baris, rima, suku kata, sampiran, isi, atau arti katanya.

Contoh :
  • Berapa jumlah kata pada larik ketiga pantun tersebut?
  • Kata apa saja yang rimanya sama atau mirip dalam puisi "......." (Isi dengan judul puisi nya)
2. Pertanyaan interpretatif merupakan pertanyaan yang menuntut jawaban berupa penafsiran atau pemaknaan kembali atas kata larik atau isi suatu puisi.

Contoh :
  • Apa arti "......." dalam larik kedua pantun tersebut?
  • Apa maksud kata "......." dalam pantun tersebut?
NB : ganti tanda "......" dengan hal yang ingin ditanyakan dalam puisi yang di bahas.


3. Pertanyaan interfensial merupakan pertanyaan yang menuntut simpulan atas bentuk, isi, atau berbagai hal lainnya tentang puisi.

Contoh :
  • Apa maksud pantun yang anda sampaikan?
  • Apa kesamaan-kesamaan umum yang menandai suatu pantun?

4. Pertanyaan kritis adalah pertanyaan yang berusaha menyingkap kesalahan atau kekeliruan suatu pantun.

Contoh :
  • Layak kah, kalau puisi tersebut di golongkan kedalam bentuk pantun mengingat sampiran dan isinya tidak begitu jelas?
  • Bagaimana pantun bisa di tradisikan dalam kehidupan masyarakat sekarang mengingat pantun itu merupakan cara berkomunikasi yang cukup berbelit-belit?


Mengevaluasi teks pantun

Evaluasi pantun bertujuan untuk memberikan penilaian atas kebaikan dan kekurangan suatu pantun. Untuk sampai pada tahap evaluasi, kita dapat memanfaatkan hasil analisis yang di lakukan sebelumnya.

Misalnya dari hasil analisis, di ketahui bahwa suatu pantun terdiri atas 8-16 suku kata. Pola rimanya A-A-A-A. Kata dari bahasa daerah banyak di gunakan di dalamnya. Berdasarkan hasil analisis tersebut, kita memberikan penilaian bahwa pantun itu kurang baik. Alasannya, banyak aturan pantun yang di langgar. Bahasanya pun perlu di perbaiki karena banyak menggunakan bahasa tidak baku.
Baca Juga
SHARE
Tekno Indo IT
WORK HARD PRAY HARD I can believe... "Dreams come true ��"
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post